RELASI DAN FUNGSI

Relasi dan Fungsi


RELASI DAN FUNGSI
Teman-teman kita berjumpa lagi nih :-)
Matematika SMP Kelas 8 BAB 2 Relasi dan Fungsi
Sekarang kita mau membicarakan tentang relasi dan fungsi nih, kan materi relasi dan fungsi ini sepertinya sudah tidak asing lagi di telinga kita ya teman? kan kemarin di kelas 7 juga pernah membicarakannya hehe..
Kali ini relasi dan fungsi kita akan melaju lebih dalam lagi. OK
"Bab ini berisi materi mengenai cara menyatakan masalah sehari-hari yang berkaitan dengan relasi dan fungsi; menyatakan suatu fungsi dengan notasi; menghitung nilai fungsi; menentukan bentuk fungsi jika nilai dan data fungsi diketahui; cara menyusun tabel pasangan nilai peubah dengan nilai fungsi; serta cara menggambar grafik fungsi pada koordinat Cartesius."
Relasi biasa juga disebut dengan hubungan, misal satu kelompok nih punya hubungan apa saja dengan kelompok lainnya? nah itu juga bisa dibilang suatu relasi. Tapi di sini kita akan sedikit membicarakan lebih rinci relasi dan fungsi, yaitu:
  • Pengertian relasi dan fungsi
  • Relasi
  • Fungsi atau pemetaan
  • Grafik fungsi
  • Korespondensi satu-satu
Kalo sedikit rangkuman materi relasi dan fungsi nya, adalah sebagai berikut:
  1. Relasi dari himpunan A ke himpunan B adalah hubungan yang memasangkan anggota-anggota himpunan A dengan anggotaanggot himpunan B.
  2. Suatu relasi dapat dinyatakan dengan tiga cara, yaitu dengan diagram panah, diagram Cartesius, dan himpunan pasangan berurutan.
  3. Fungsi (pemetaan) dari himpunan A ke himpunan B adalah relasi khusus yang memasangkan setiap anggota A dengan tepat satu anggota B. 
  4. Jika    anggota A (domain) dan y anggota B (kodomain) maka  fungsi f yang memetakan x ke y dinotasikan dengan, dibaca fungsi f memetakan x ke y atau x dipetakan ke y oleh fungsi f.
  5. Jika banyaknya anggota himpunan A adalah n(A) = a dan banyaknya anggota himpunan B adalah n(B) = b maka a. banyaknya pemetaan yang mungkin dari A ke B adalah ba; b banyaknya pemetaan yang mungkin dari B ke A adalah ab.
  6. Jika nilai variabel suatu fungsi berubah maka akan menyebabkan perubahan pada nilai fungsinya.
  7. Dua himpunan A dan B dikatakan berkorespondensi satu-satu jika semua anggota A dan B dapat dipasangkan sedemikian sehingga setiap anggota A berpasangan dengan tepat satu anggota B dan setiap anggota B berpasangan dengan tepat satu anggota A.
  8. Jika n(A) = n(B) = n maka banyak korespondensi satu-satu yang mungkin antara himpunan A dan B adalah n! = n �� (n – 1) �� (n – 2) �� ... �� 3 �� 2 �� 1.
Muhammad Sonhaji